Cerita nge-ROCK!

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Barusan blogwalking ke istana haniself, trus nemu postingan Kisah si Roker :mrgreen: mau ninggalin komentar ternyata saya sudah komentar dan sudah dibalas permisah, huehehehe

[ CHALLENGE ACCEPTED ]

:mrgreen: :mrgreen: :mrgreen:

Ngomongin tentang rok tidak banyak hal yang bisa saya ceritakan, mungkin karena tidak meninggalkan kesan yang mendalam *halah :p.

Sebagai anak perempuan terakhir bisa dikatakan saya tidak kesulitan untuk mendapatkan rok, karena apa? karena baju saya hampir semuanya mau rok mau baju mau celana adalah hasil melungsur para kakak tercintah :mrgreen:

Rok sama sekali tidak membatasi saya beraktivitas, beneran. Saya masih bisa motoran, hiking, mendaki, sampai panjat panjat pohon dan berbagai atraksi kanuragan meski memakai rok, cuma satu aktivitas yang saya tidak bisa lakukan jika memakai rok yaitu aktivitas yang melibatkan air secara masal misal renang *yaiyalah

Bersyukur sekali saya termasuk perempuan yang terbiasa memakai rok, tepatnya semenjak SMA karena ummi pengasuh asrama saya mewajibkan kami untuk mengenakan rok tiap keluar asrama, so sejak itu saya kemana mana pakenya rok. Tapi hal seperti memang perlu pembiasaan, dan bagi saya yang energetic ini cukup sulit lho

Pengalaman saya yang paling berkesan pertama kali dengan rok adalah ketika waktu SD, dimana selama SD hampir hampir saya mengenakan rok hanya di sekolah saja karena seragamnya begitchuuu >.< . Ketika itu kelas 3 atau 4 saya lupa, saya yang hobinya manjat pagar ini suatu ketika kena akibat ulah saya sendiri, rok seragam saya tersangkut pagar (yang ujungnya bunga bakung runcing) dan robek hingga resleting pun ikut terbuka jahitannya, huooo… *jangan bayangin aksi saya gimana yapp :mrgreen:

11055999_883498115026213_1933376574_n

Panik dong saya, haduu… untung tidak banyak yang tahu… lalu teman teman saya disitu membantu saya menyambung kembali rok saya dengan peniti *jangan bayangin tampilannya juga yapp . Alhasil seharian itu saya menjadi murid yang cukup manis karena sepanjang pelajaran dan istirahat saya duduk manis di kelas :mrgreen: , pulang dari sekolah saya ambil rute yang berbeda, enggak mau dong ada temen lain yang tauk, huahahahaa

Lalu pengalaman berkesan saya tentang rok yang terakhir barangkali tahun lalu, ketika saya serombongan geng touring ke gunung kidul dan saya cewek sendiri (1 cew 5 cow) *yang ini jangan ditiru yap . Ketika itu kami harus survei demi keberlangsungan acara yang kami panitia-i, dan karena di sana merupakan obyek utama saya maka saya harus ikut serta. Geng saya ini sudah paham betul jika dimana saja saya pasti mengenakan rok, kecuali untuk satu acara yang mewajibkan pesertanya bercelana di awal kuliah kami.

Saya berangkat membonceng teman, meski itu perjalanan cukup jauh dari solo – gunung kidul namun saya tetap membonceng ala perempuan, kecuali jika saya membonceng perempuan maka saya mungkin membonceng ala cowok. Saat keberangkatan alhamdulillah tidak ada masalah dengan bonceng membonceng, tetapi ketika perjalanan pulang kami disambut dengan hujan yang cukup membatasi gerak. Kami berhenti beberapa saat menunggu reda, kemudian saya menawarkan diri untuk membonceng ala cow aja biar cepat, dengan bersamaan dan secara cepat beberapa teman geng saya menyahut ” jangan mba, jangan..gak usah “

Wiihh… saya terharu… saya merasa di jaga oleh mereka. makasih gengs 😥

2015308154442

profesor lagi moto XD

Dan touring dan backpakeran kami berlanjut pada kesempatan lain, ke semarang.. ke tasikmalaya ( wear rok of course :mrgreen: )

jika kamu menjaga pakaianmu maka pakaianmu akan menjagamu

❤ cwh

Advertisements