AADC2, Ketika Rangga Hilang Pesona

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Uhuy… ini postingan pertama saya tentang review film. Walaupun reviewnya sudah sangat telat sekali permisah, dibilang sok ikut ikut yo tak mengapah XD

Sengaja saya nonton film ini jauh jauh hari setelah launching, gegara tak ingin hanyut dalam crowdednya antri yang tak berarti *halahh

Saya nonton sebagai obat penasaran saja, untuk meluapkan hasrat menggemuruh di dalam dada *tsaahhh XD

Bukan penasaran dengan record yang berhasil diraih ataupun pro kontra yang merajalela menanggapi film tersebut, well… dalam list pertemanan saya lebih banyak yang kontra sih daripada yang pro, huehehe

Saya penasaran karena alasan pribadi, yakni sosok Rangga, masih sekeren dulukah dia *eaaaaa

Saya bukan type pengikut or addicted banget sama film, sekedar golongan slow slowlah,..yaa kalo suka ditonton kalo enggak yaudah, kecuali untuk beberapa film yang benar benar saya suka *eaaa sama aja duwonng* wkwkkwkw.

Nah, AADC ini termasuk golongan biasa biasa saja bagi saya. Berikut adalah beberapa catatan saya tentang film AADC

  1. Cerita.

Baik AADC maupun AADC2 memiliki cerita yang sederhana, konflik hanya berputar putar dalam masalah kegalauan Cinta (yaiyaalah… kalo galaunya Mamet yang dibahas bisa bisa ganti judul AADMM nih, Ada Apa dengan Mamet dan Mili XD ). Over all selama nonton dua film tersebut ekspresi saya datar datar saja sepanjang jalan cerita, cuma satu scene dimasing masing film yang bikin saya terhanyut, apa itu? yuks lihat di poin no 2

  1. Rangga.

Yepp… Rangga adalah sosok yang berhasil mengusik rasa penasaran saya.wkwkwk. Rangga yang remaja adalah Rangga yang cool, berprinsip dan keras kepala. Bagi saya sebenarnya itu biasa saja, namun ketika ada scene Rangga mengejar preman yang melempar botol api ke rumahnya, widddiiiiiiihhwww… apah ajaahh… lakik banget!wkwkwkwk.Lalu Rangga yang dewasa ternyata tidak berubah sama sekali, di mana dalam kaca mata saya bahwa dia belum dewasa, sekian ribu purnama tak membuat dia menjadi sosok yang lebih matang dan bijak, dia masih egois dan semaunya sendiri, jelas bahwa dia tak belajar dari waktu yang berjalan, dia hanya mementingkan dirinya sendiri. Mungkinkah itu semua karena ketiadaan Cinta? Ah lelaki…cemen kali kau ini :p , Duhai Rangga pesonamu memudar seketika (lebih menarik ketika dalam iklan mini seri sebuah aplikasi XD. Tetapi di atas itu semua adegan Rangga yang menangis memeluk ibunya adalah satu satunya scene yang menarik di film AADC2 menurut saya, so… masih saja pesona filmnya di tangan Rangga.wkwkwkwk

  1. Poni Cinta.

Huahahaa…. Kalo yang laen bahas make up dan lipstiknya Cinta saya mah bahas poni aja, aciaciaaaciaaa XD. Suka banget poninya Cinta, so fit on her with all the make up, looks so youth and elegan combine perfectly.

  1. Music.

Soundtrack AADC pertama tak bisa dipisahkan dari AADC itu sendiri, karena itu bagai separuh jiwa dan tanda pengenal, so berharap banget sebenarnya jika Soundtrack AADC 1 masih diputar di AADC2 sekedar untuk mengembalikan ruh. Yaah… apalah saya yang gak bisa move on dari lagu lagu itu, hihihiiy

  1. Friendship.

Nih satu satunya nilai moral yang saya tangkap dan envy banget, huehehe. Siapa sih yang gak mau punya sahabat sesolid itu, sahabat yang merupakan cerminan diri kita sendiri. Cinta begitu peduli dan menjaga sahabat-sahabatnya, itulah mengapa sahabatnya begitu pula padanya.

  1. Trian.

Cinta dan Rangga, yang kalian lakukan kepada Trian itu jahat <- No commentlah kalo ini XD. Nih gambar yang greget dari dialog fenomenol Cintah XD wkwkkw

cin.png

by maghfirare

Yupp, itu saja sih yang menjadi catatan saya. Catatan yang sebenarnya hanya berdasarkan selera, wkwkkw. Range AADC2 adalah [R] atau remaja, dan nilai saya untuk film ini 6/10.

Semoga lain kali bisa lebih peka lagi dalam mencermati sesuatu sehingga saya bisa sajikan sesuatu pula yang lebih kumpliit dan bertanggung jawab, insyaalloh.

❤ cwh

Advertisements