Denpasar Kota Islami?

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Baru baru ini saya melihat berita di televisi nasional tentang Maarif Institute yang mengumumkan hasil penemuannya mengenai penelitan Kota Islami, apabila dalam kupasan saya terdapat kontra maka itu adalah opini semata karena bagaimanapun tidak etis menolak atau menyanggah sebuah hasil penelitian tanpa melalui penelitian yang serupa.

Dilansir dari siaran televisi tersebut dapat diketahui jika Denpasar mendapat urutan pertama penilaian Indeks Kota Islami (IKI) di Indonesia, disusul oleh Yogyakarta dan Bandung. Penelitian ini melibatkan 29 sampel kota berdasarkan pertimbangan merupakan ibu kota provinsi atau kota utama.

Variable yang digunakan dalam penyusunan IKI tersebut antara lain aman, sejahtera dan bahagia. Aman diindikasikan dari kebebasan beragama, berkeyakinan, perlindungan hokum, kepemimpinan, pemenuhan hak politik perempuan, hak anak dan hak difabel. Sementara variable sejahtera memiliki indicator pendidikan, pekerjaan, pendapatan dan kesehatan. Lalu variable bahagia diukur dari indicator berbagi dan kesetiakawanan serta harmoni dengan alam.

Sejak pertama mengetahui Denpasar menjadi rangking pertama Kota Islami rasa rasanya tangan ini sudah gemas sekali pengen berpendapat, huehehe ,maklumlah sudah lama gak nulis dan belum ada ide tulisan, berasa dapat angin segar ketika saya mendapati sesuatu yang meresahkan seperti ini,hihihi…

Okay, ada keganjalan yang saya rasakan mengenai judul, indikator,sampel dan hasil penelitian tersebut, apa saja itu? yuk ah kita kupas satu satu..

  1. Judul: KOTA ISLAMI

Kota adalah sebuah lingkungan binaan hasil sistem kebudayaan manusia sebagai suatu tatanan masyarakat heterogen. Dimana ada sebuah lingkungan binaan dan manusia yang menghuninya maka disitu ada arsitektur

Sementara Arsitektur Islam sendiri memiliki acuan atau nilai yang membedakannya dengan Arsitektur dalam bentuk lain. Tauhid,Toyyib dan Jamil adalah tiga nilai yang tak bisa dipisahkan dari Arsitektur Islam ,untuk lebih jelasnya sila lihat diagram di bawah ini

arsitektur islam

Enter a caption

  • Tauhid memiliki kedudukan tertinggi di atas Toyyib dan Jamil karena sebagaimana seorang muslim, syahadat adalah syarat utama menjadikannya islam. Tauhid yang berkaitan dengan Habluminalloh haruslah hasan (baik) dan fungsional. Indikator hasan adalah Amar ma’ruf yakni mengajak kepada kebaikan, fungsional sendiri merupakan penunjang tauhid sehingga sebuah karya arsitektur tersebut memiliki manfaat yang baik yang tidak menciderai hubungan kita dengan Alloh.
  • Toyyib berkaitan dengan Habluminannas dan Habluminal’alam, indikasinya antara lain haruslah rasional, peduli dan membentuk peradaban. Menjadikan kebaikan untuk manusia dan lingkungan sebagai sasaran utama dalam peradaban, maka sesuatu yang dihasilkan dari Arsitektur Islam harus bisa dipertanggungjawabkan baik kepada sesama masyarakat maupun alam sekitar demi sebuah peradaban yang madani
  • Jamil memiliki kedudukan yang setara dengan Toyyib, Jamil berkaitan dengan keindahan dan indikatornya adalah nahi munkar. Nahi munkar yang bermakna mencegah kemungkaran mengisyaratkan bahwa karya Arsitektur Islam tidak menimbulkan kerugian baik pada ideology, gagasan, perilaku maupun artefak masyarakatnya.

Nah, dari sini bisa ditarik sedikit gambaran bahwa, ketika berani mengambil nama “Islami” maka harus berani pula menerapkan nilai- nilai islami sebagai acuannya.

  1. Indikator Penilaian

Judul Kota Islami first impression tentu saja kota yang menerapkan hukum dan syariat islam meski belum kaafah, minimal syarat Tauhid harus terpenuhi yakni bisa dengan mayoritas islam sebagian penduduknya, baru setelah itu Toyyib dan Jamil menjadi indikasi berikutnya yang dinilai.

Indek Kota Islami (IKI) hanya menggunakan indikasi aman, sejahtera dan bahagia sebagai penilaiannya. Indikasi tersebut mungkin bisa digunakan namun setelah syarat Tauhid terkondisikan, yang berarti bahwa variable IKI sekilas baru merupakan indikator Toyyib meski belum seutuhnya.

  1. Sample Penelitian

Jika pertimbangan pengambilan 29 sampel kota adalah ibu kota atau kota utama dan indikasi yang dipakai adalah aman, sejahtera dan bahagia maka sebaiknya judulnya diganti, yaitu Kota PMP di Indonesia (Kota dengan Penerapan Moral Pancasila, bukan PPkn atau PKN karena isinya cuma teoriii,hihihiiy) XD XD

  1. Hasil Penelitian

Menempatkan Denpasar menjadi posisi pertama yang menduduki kota islami bagi saya kok jauh panggang dari api. Saya ingat bagaimana sulitnya mencari mushola atau masjid di tempat umum atau sepanjang perjalanan ketika di sana (atau saya turis yang kurang pinter? wkwkkw), pun ketika dalam sebuah acara panitia menyiapkan sebuah ruang/ bangunan sebagai tempat sholat dan di sana terdapat beberapa patung dan  symbol symbol paganism, ituuu…uhm… gak bisa dijelasin, saya adalah turis yang tersesat, wkwkkww.

Kemarin sempet baca tulisan Mas Andika Saputra tentang permisalan yang gak pake mikir buat nanggepin hasil penelitian ini, taruhlah judulnya penelitian kebun binatang.

Logika Kebun binatang maka ada dua syarat penting yaitu kebun yang berarti lingkungan binaan hasil kreasi manusia dan binatang yang hidup di dalamnya sebagai penghuni.

Kalau syarat kedua terpenuhi tapi syarat pertama tidak terpenuhi maka disebut hutan, wilayah cagar alam dan sejenisnya, tidak disebut kebun binatang.

Kalau syarat pertama terpenuhi tapi tidak syarat kedua, seperti kebun binatang tapi isinya fosil atau cuma poster bergambar binatang maka itu juga bukan kebun binatang.

Tuh kan, kalo yang ngomong orang pinter emang beda ya, gampang banget ditangkepnya meski sama yang kurang pinter sekalipun. Saya mah apah atuh, biar dikira pinter aja gitu XD XD

❤ cwh

Advertisements