5 Penyakit Saya sebagai Blogger

penyakit bloger

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Saya orang yang cukup introvert sebenarnya  dan memiliki sebuah blog bagai dua mata pisau yang berbeda untuk saya, disatu sisi blog menjadi tempat paling afdhol menggelontorkan segala unek hati *eaaakk*, blog menjadi tempat nyaman yang benar benar ada untuk saya yang butuh kesendirian ini *helehpruut* XD. Lalu di sisi satunya saya merasa tertuntut bersosialita sebagaimana interaksi di media social yang lain, itu jika saya tetap ingin eksis dan beraktualisasi *tsaaahhh  :mrgreen:

Kemudian, dari dua kecenderungan yang tumpang tindih tersebut sedikit banyak saya nemulah garis merahnya. Mempertimbangkan bahwa sesuatu yang saya kerjakan itu harus bermanfaat (meski cuma bermanfaat untuk saya seorang sih XD), dan pada akhirnya… saya harus menakhlukkan sisi introvert saya, bagaimanapun caranya, camkan itu sembara! *Njahahahaha

Berkecimpung kembali di dunia blogger yang aduhai geliatnya semakin membahana, kontennya, komunitasnya, tampilannya, interaksinya, modalnya :p, serta hasilnya yang uwoow membuat saya seketika minder, hingga saya posting tulisan ini , hihii.  Banyak banget hal yang saya enggak tahu, semacam si udik yang pertama kali nyambangin emol XD terkesiap dan terbinar- binar demikian rupa, wkwkwk. Yak oke deh, meskipun harus tertatih tatih dan terseok saya akan berusaha menjadi blogger yang saya mau.

Nah, untuk mengatasi hambatan dikemudian hari maka penting dong saya nge-list beberapa penyakit saya sebagai blogger, just for warning aja darling biar ntar enggak mengulang kesalahan yang sama, ya minimal bikin kesalahan yang baru lah, hihihiii. Langsung cuss aja hiyuuukk…:

  1. Minder

Merasa enggak pede adalah penyakit saya yang entah kapan taun bisa sembuhnya, huehehee. Etapi kalo minder dalam perblogan bisa lah ya di atasi (insyaalloh). Sebenarnya karena minder ini pulalah saya tulis postingan ini, berawal dari komen saya ke statusnya mb Arinta pemilik blog Kayu Sirih :

komentar status

Nah kan sebenarnya simple banget, saya hanya berkomentar dan dibalas pula sekedarnya, tapi yang mungkin beliau (mb Arin) enggak tau adalah saya merasa tercerahkan lhoo XD. Balasan komentar mb Arin mungkin enggak seberapa namun bagi saya berkesan banget isinya.

FYI, saya cukup menikmati tulisan tulisan mb Arin dari dulu tetapi memang susah meninggalkan komentar di sana,so jatuhnya saya sering baca baca aja tanpa ninggalin jejak dan dari membaca tersebut saya cukup hafal tulisan beliau, kacamata istimewa dari sesuatu yang ada dalam keseharian kita. Bahasa sederhana dan mudah dicerna, tulus bertutur dan emang jujur. Jadi bener banget intinya kalo nulis itu musti pede duluan! Harus tutup mata dan telinga dari kenegatifan yang menyurutkan langkah kita *tsaahhh XD

Bisa jadi apa yang saya anggap sekedarnya dari saya ternyata untuk orang lain berkesan luar biasa. Cukup berikan yang terbaik dan percayalah pada dirimu sendiri, ikhlas dan jujur. That’s all!

  1. Males berlelah mengumpulkan informasi demi tulisan yang bagooss

Yess, males mengumpulkan materi adalah penyakit lain yang perlu dihindari. Sudah saatnya menulis itu tak sekedar nulis doang tapi bisa dipertanggungjawabkan, minimal dikasih nilai plus lah begitu.hihiii

Selain tulisan juga dipelukan grafis yang mendukung, misalnya gambar gambar yang beninglah yaw.. biar seger nih mata gak cuma sepet liat tulisan doang. Untuk yang satu ini saya memang belum matang menggunakan gambar, yang ada baru gambar bikinan pribadi aja sih.. dan memang saya niatkan gambar gambar di sini adalah karya pribadi, ntah ilustrasi maupun fotonya. Semoga! XD

  1. Males ikut dan cari info Kopdar

Hihiihihii, seumur umur saya baru tahu 2 kopdar yang saya lewatkan, selebihnya saya emang enggak tau infonya. Padahal kopdar sangat membantu untuk saling mengenal dan mengembangkan diri, pas banget buat saya yang badannya kurang mengembang gini *eh.

Tersering itu ngepasi saya mudik, maklumlah masih anak rantau *halah alasan*

  1. Males ikut dan cari even

Yang ini sebelas duabelasanlah sama atasnya, alasannya sih masih sibuk dengan kesendirian dan menikmatinya *preet buwanget yakkk XD*. Sekedar ikut meramaikan sebenarnya akan membantu saya melatih diri, tapi kalo yang namanya alasan itu masih ada ya berarti belum ada niat, gitu aja kok repot XD

  1. Males belajar SEO perblog-an

Widih, kalo blogger sanggup belajar-memahami-dan menguasai dunia SEO ini maka niscaya…niscaya…niscaya… do’i tinggal ctek ctek keyboard aja gitu ngetik en mantengin spot spot penting lalu memanfaatkannya, dan wuuuzzzzz…. Niscaya gak bakalan terkejar lagi sama kita kita ini yang masih dering ngoprek layangan,wkwkkw. Tahu, paham dan mau belajar tentang SEO adalah modal blogger untuk bisa lebih mandiri dan tentu hal itu akan sangat menguntungkan. Trus kenapa saya enggak belajar? Karena belum sempet aja, insyaalloh demikian :p

5 penyakit itulah yang membuat saya tak berkembang sebagai blogger, dan insyaalloh setelah saya tahu penyakitnya maka saya harus segera mencari obatnya, logikanya kan begitu yapp..huehehe. Kesembuhan 100% ada di tangan saya sendiri kalo begini *hanya dewa yang tau dewinya* XD

Sooo… apakah kamu mempunyai penyakit yang serupa? Ato laenan? Yuukk kasih tahu diriku,hihiii..

❤ cwh

Advertisements