Berbuat Baik Tak Sekedar Niatan

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Kebaikan itu tak cukup cuma diniatkan saja, tetapi memang harus melalui sesuatu yang bisa menguji ketulusan kita, hehe. Nah, untuk cerita tersebut setidaknya saya memiliki beberapa pengalaman dan berikut adalah 4 cerita dari sekian pengalaman yang pernah saya alami, disimak ya..

—————————————————————————

  1. Saat Terkena Razia Kendaraan

Ketika itu di jalan menuju desa saya sedang berlangsung razia kendaraan, dan saya adalah salah satu yang diberhentikan karena tidak membawa sim dan stnk. Kondisi saya saat itu sedang terburu buru mengantarkan popok untuk keponakan saya yang sedang berada di rumah neneknya. Meskipun cuma jalan desa dan sangat jarang sekali ada razia namun saya menyadari kesalahan saya, saya tak hendak membela diri dan memang berniat mematuhi aturan yakni ikut sidang.

Ketika menunggu giliran di catat saya iseng bertanya kepada petugas ;

“Pak, emang peraturannya yang mana sih kok harus disita motornya?”

Bukannya menunjukkan peraturan yang dimaksud bapak tersebut malah membentak bentak saya, saya tanya apa di jawab apa, saya tanya lagi dijawabnya berbelit. Wah, saya mulai curiga “ada yang gak beres nih, jangan jangan razia ilegal”, fikir saya. Singkat cerita dari kecurigaan saya maka saya enggan mengikuti prosedur dan kami terlibat adu mulut yang cukup seru, akhirnya saya pun pergi tanpa menggenapkan niat baik saya semula.

  1. Saat Ditemani dalam Perjalanan

Saya memiliki seorang teman seperjalanan ketika berangkat dari Merauke menuju Surabaya. Ketika itu saudara saya menitipkan saya kepada lelaki itu karena lebih tua dari saya. Sewaktu transit di Makasar saya ijin kepada beliau untuk ke belakang, namun beliau malah mengikuti dan menunggu saya di depan toilet. Padahal saya bilang sebelumnya untuk menunggu saja di ruang tunggu karena siapa tahu ada pengumuman penting dari maskapai.

Benar saja, ketika kami kembali tenyata tak ada seorang pun di ruang tunggu itu. Ternyata pesawat kami dialihkan ke maskapai sebelah, untung kami masih bisa mengejar. Sangat baik beliau berusaha bertanggungjawab kepada saya, namun alangkah baiknya jika beliau juga mempelajari situasi

  1. Saat Berhadapan dengan Pengemis

Banyak cerita saya alami dengan pengemis, salah satunya ketika saya menjemput seorang teman di terminal 5 tahun lalu. Ketika itu saya hanya membawa selembar uang Rp. 50.000 untuk beli bensin dan sekeping Rp. 200 perak. Tetiba ada seorang pengemis tua mendatangi saya, melihatnya saya iba namun saya tak bisa memberi apa apa kecuali 200 perak tersebut. Setelah melihat uang yang saya berikan, dia malah menyodorkan balik uang itu kepada saya

“Pekken nyoh mbak, duit semono dingo opo”, tuturnya.

“Buat kamu aja lah mbak, duit segitu buat apa” XD XD

  1. Saat Membeli Pecel di CFD

Siapa yang takkan iba melihat nenek nenek masih menjual makanan untuk memenuhi kebutuhannya, saya pun demikian. Saya menghentikan beliau dari ider (keliling) dan membeli dua porsi pecel, satu untuk saya yang satu entah untuk siapa yang penting bisa membeli lebih kepada nenek tersebut untuk meringnkan bebannya. Akhirnya pecel saya selesai diracik, tak lebih dari porsi sego kucing sebenarnya, dan ketika saya tanya berapa totalnya mbah, beliau menjawab hampir Rp.30.000. Lhah kok nyesek yaa XD …. Padahal uang yang saya bawa cuma Rp. 15.000. akhirnya saya pinjam teman saya untuk melunasinya. Ini cerita zaman masih kuliah dulu.

—————————————————————————

Dari keempat pengalaman tersebut saya mendapati jika berbuat baik tak cukup hanya dengan niat baik saja, bukankah akan lebih berkah jika kebaikan yang kita lakukan itu tepat sasaran? Manfaatnya didapat, insyaalloh pahalanya pun didapat juga

Lalu bagaimana cara berbuat baik yang (lebih) baik itu? simak yuk beberapa tips di bawah ini:

  1. Berilah dengan hati maka akan sampai ke hati

Ini adalah prinsip dasar kebaikan, ketika kita melakukan kebaikan maka pastikan bahwa hatimu tidak menuntut apa apa kecuali kebaikan itu sendiri. Memberi dengan hati itu mudah saja, yaitu setelah kamu lakukan maka segera lupakan, berharaplah bahwa apa yang telah kamu lakukan semoga memudahkan orang lain. Orang yang menerima kebaikan kamu pasti juga akan merasakan dengan hatinya, insyaalloh.

  1. Luruskan Niat

Penting juga kita menjaga niat agar senantiasa lurus. Pahami jika kebaikan kamu itu cukup kamu dan Alloh saja yang tahu, dan selebihnya jika ada secuil saja niat lain yang menyusup maka waspadalah, bisa jadi itu godaan agar jerih payah kamu berbuat baik bisa hangus seketika.

“ Yaa Alloh, luruskan niat kami di awal, tengah dan akhir untuk selalu menujuMu”, aamiin.

  1. Berilmu

Apalah arti iman dan amal tanpa ilmu? Maka dari itu bekalilah diri sendiri dengan pengetahuan yang cukup dan wawasan yang luas agar kita semakin tahu mana pihak terbaik yang paling pantas mendapatkan kebaikan kita, kita juga kan menemukan cara terbaik yang paling efektif untuk berbuat baik

  1. Tuntaskan

Jika kita memiliki kemampuan lebih untuk membantu seseorang maka lakukanlah sampai tuntas,jangan setengah setengah. Lalu ketika kita tak memiliki kemampuan itu (entah energi, materi ataupun koneksi) maka berikan yang tebaik yang mampu kita lakukan, meski itu hanya sebait do’a sekalipun. Karena sejatinya, do’a yang kita panjatkan untuk orang lain akan kembali kepada kita sendiri, insyaalloh.

  1. Ikhlas

Dan ketika kita sudah berlelah lelah namun ternyata kebaikan kita tak dihargai ataupun disalah artikan maka ikhlaskanlah. Ikhlaskan segala konskuensi miring yang mungkin akan kita terima nantinya, berbuat baik ya berbuat baik saja. Tak perlu memikirkan sesuatu yang belum terjadi karena hal itu hanya akan menggoda kita untuk membatalkan niat kita berbuat baik.

12797658_1732672517004082_336696054_n

Source: ini

Okay, saya kira cukup itu saja beberapa tips yang bisa saya berikan, semoga bermanfaat 🙂

Tulisan ini diikutkan dalam Giveaway Cah Kesesi Ayutea.

13139115_10201852369028422_1211953600010958318_n

Giveaway ini saya baru tahu barusan dari postingannya mb Ade Yunita di sini, hihiii. Lumayan mengejar tulisan karena deadlinenya besok, insyaalloh cukup ya waktunya.

❤ cwh

Advertisements