AiAm’s Wedding Journal

Seriusan nih mau bikin Wedding Journal?

Jujur yah kalo mau balik lagi mengenang hari itu tu butuh keikhlasan dengan hati yang lapang luar biasah,karena banyak yang melenceng dari angan,wkwkkwk. Etapi balik lagi kepada pengertian pernikahan itu sendiri, tak ada pernikahan yang sempurna yang adalah cara kita menjalaninya, dan karena bersamamulah baru sempurna hidup akuh *aciaciaciaciiaaa *cc:camitu XD

Problem kedua adalah minim dokumentasi, huft. Hal ini dikarenakan beberapa kali saya kehilangan hape sebagai satu satunya source foto yang diambil, yang awalnya saya sudah niatkan bakal bikin wedjour namun seiring rintangan demi rintangan akhirnya nglokro jugak,hihihi

Tetapi demi kenangan hari yang bersejarah itu, maka marilah kita bercerita… :mrgreen:. mohon maaf kalo belum bisa menyertakan foto (masih tahap mengais ngais dokumentasi XD )


1. Lamaran


berlangsung pada hari jumat selepas ashar dalam suasana yang aduhai, hujan angin disertai badai plus mati lampu. Dari keseluruhan rangkaian momen maka acara lamaran inilah yang paling berkesan buat saya,hihii. Karena apah? karena  hujan + jum’at + dia, tiga favoritku jadi satu.

Karena hujan tersebutlah saya sampai tiga kali ganti baju gegara berlarian ke jalan mengejar payung yang berterbangan *tsaaahhh

Lamarannya cukup singkat dan perihal penentuan tanggal spontan dibahas saat itu juga, alhamdulillah langsung ada kesepakatan tanggal meski kedua pihak belum mempersiapkan diri membahas hal tersebut. Meski pihak keluarga suami ternyata merasa “tertodong” dengan spontanitas itu XD

Saya pribadi ngincer banget hari jum’at sebagai harinya, namun karena lamarannya sudah jum’at maka ijab dan resepsinya bolehlah hari lain.hihii


2. Konsep


Kami berdua gak suka yang ribet ribet dan tidak menuntut konsep yang gimana gimana, yang penting halaal aja XD . Kami cenderung going with the flow dan menikmati proses, enggak ada yang ngoyo harus ini itu.

Karena tanggal yang disepakati masih dekat dengan hari raya, dan hari raya adalah harinya keluarga maka dimaksimalkan untuk keluarga dan kerabat terdekat saja, dan pertemuan rutin keluarga besar tiap hari raya pun di alihkan ke acara kami. Jadilah kami tidak mengundang teman teman kami sendiri, hiks.. sedih sih, namun membayangkan jika saya ada diposisi mereka sementara undangan adalah sesuatu yang wajib dihadiri maka saya tak ingin mengambil hak waktu mereka bersama keluarga. Jadi maafkanlah kami teman yang merasa tidak saya undang, meski sebenarnya memang tak ada yang saya undang, hiks


3. Rias Manten dan Dekor


Yupp rias manten dan dekor adalah satu satunya checklist yang musti dibooking jauh jauh hari. Mengingat ajian enggak mau ribet maka langsung deh saya booking rias manten yang dulu nanganin kakak, selain karena ternyata kerabat juga karena saya suka riasannya yang halus di antara perias lain sekecamatan :mrgreen:

Jauh jauh waktu sebelumnya untuk masalah jilbab memang mau saya usahakan sendiri, karena takut tidak sesuai. beberapa kali saya kirim gambar riasan yang saya ingini, baik tone maupun hijab stylenya yang demikian. Tiga kali fiksasi konsep busana akhirnya keyword saya untuk busana adalah princess bridal, sehingga riasan akan menyesuaikan busana.

Rias dan style hijab ijab saya mau yang natural nan syahdu

Rias dan style hijab ijab saya mau yang simple dan lembut saja yang anggun seperti princess

Saya tidak suka rias manten yang cemong cemong macam ludruk. Lebih lebih saya memilih beliau karena dulu riasannya pada kakak saya sangat lembut dan identitasnya enggak hilang tenggelam dikubangan bedak.wkkwkwk. Karena beberapa perias demi mempertahankan “image” wah dan glamor lebih suka mengesampingkan keinginan klien daripada mengalah, kalo wah dan glamornya enak dilihat sih enggak papa, tapi kalo…ahsyudahlahh…hihiii, beda kelas aja kali ya…maklum di kampung begini kok mintak yang vip :mrgreen:

Namun pas eksekusi ternyata ekspektasi dan kenyataan riasan meleset cukup jauh, wkwkkwk.

Riasan dan image princess yang anggun jadi riasan princess barbie

Hijab style pas ijab menjadiii………..menara pandang yang diselimuti kabut tebal…ahsyudahlah…wkkwkwkw


4. Baju Manten


Setelah booking rias manten lanjut bahas bajunya. Niat semula saya nggak mau pake acara ganti baju karena ribet, maunya habis ijab santai santai trus poto trus selese,hihiiii. Dan maunya baju ijab dan resepsi dari periasnya aja, selain irit juga ilmu enggak mau ribet tadi…lalu negara api menyerang dan semua berubah..

Mbak, nek baju putihnya nggak ada yang ukuran kecil tu” kata beliau ibu perias

hiyakdess tungcess tungcesss…badadum tesss….nguwok nguok nguookk… * nasib punya body ngirit XD *

akhirnya, yaudah deh nanti kebayanya jahit sendiri aja, enggak perlu pake bahan yang wah yang penting mainin padu padannya trus bisa dipakai lagi di lain waktu, gitu…lalu brosing cari model yang sesuai dan cari bahan.

Karena proses bikin bajunya bertahap akhirnya konsep bajunya pun berubah lagi, dari yang semula cuma mau dipake buat ijab akhirnya disiasati dipake juga buat resepsi, dibagusin modelnya, nanggung kalo cuma buat ijab.

Setelah rok nyepruknya kejahit, eh kepikiran nanti bajunya eman kalo dijahit sendiri. Menghargai yang sudah membelikan kain mihil mihil, eman kalo dijahit serampangan. Tiba tiba ada beban kalo dijahit sendiri,wkwkwk (padune ben fokus ngurus liyane soale wis H-2 bulan, lebih lebih menjelang hari raya semua penjahit sudah terbooking, o tidaaaaakkkk)

Alhamdulillah, ada keluarga peri yang selalu baik padaku, teramat baik sedari dulu namun aku belum mampu membalasnya barang sedikit pun. Ibu sahabat saya Laras mengiyakan ketika saya menanyakan ingin menjahit baju apakah masih ada quota?

Kebaikan mereka tak sampai di situ karena ternyata beliau tidak mau menerima sepeser rupiah pun dari saya setelah baju itu selesai, gimana hati saya enggak membanjir haru

Lebih lebih saat mereka sekeluarga ikut meluangkan waktu dan menghadiri pernikahan saya, mau nangis mehek mehek rasanya. Ya Alloh, Engkau karuniakan aku dengan syukur yang tiada terputus putus dari berbagai kebaikan tanpa pamrih, maka karuniakan kebaikan yang berlipat dan tiada terputus untuk mereka dan mampukanlah aku untuk membalas kebaikan mereka.Allohumma aamiin.


5. Souvenir


Well, perihal souvenir rencananya memang mau bikin sendiri, toh masih banyak bahan sisa craft, lumayan sekalian buat promosi.wkwkwkwk. Namun sebenarnya jauh di dalam hati pengen memberikan sesuatu yang lebih bermanfaat yaitu alma’tsurot , jadi sebagian nanti craft sebagian alma’tsurot.

Untuk souvernir craft sudah dicicil jauh hari ketika waktu luang, bross dan tempat tisu. Untuk alma’tsurot ternyata tidak terkejar sehingga dialihkan ke souvenir grosiran , beli dua macam salah satunya tasbih. Baru ngakak guling guling sampai rumah pas saya sadar tasbih identik buat oleh oleh haji, aamiin…semoga disegerakan 🙂


6. Undangan


Rencana semula memang tidak membuat undangan, kalopun mau buat maka buat secukupnya saja pake desain mereka, toh kita enggak mau ribet ini ,hihiii

Namun, lagi lagi negara api menyerang…

Brosing brosing vendor cetak undangan dapet yang sesuai budget banget (budget dadakan) dengan desain yang unyu unyu dan customable, wuidih…jiwa desainer ini enggak rela kalo enggak membenahi sesuatu sesuai kehendak hati dan selera.

Saya pilih satu desain yang warnanya ingin saya edit, saya donlot gambar undangan tersebut lalu saya beri keterangan penyesuaian yang saya kehendaki.

Sambil menunggu balasan chat iseng saya gambar gambar  vektor saya dan suami, eh lha kok jadi, trus saya bikin gambar kotak persegi panjang, saya tambahin komponen ini itu, saya sesuaikan warnanya, saya beri tulisan seperlunya…eeee lha kok jadi 4 variasi undangan dalam satu siang. Langsung deh gambarnya saya kirim si dia dan bertanya suka yang mana

Jumlah undangan pun meningkat karena saya tergiur harga murahnya kalo pesen banyak,wkwkkwkw. dan ternyata yang terpakai persis seperti perkiraan semula, huaaa..kalo maruk ya begini…Tapi insyaalloh enggak akan mubadzir undangan yang bersisa itu, karena saya sudah punya angan mau dibikin apa, insyaalloh akan bermanfaat.

Vendor undangannya recomended banget, buat yang penasaran namanya Kamajaya Kreasindo Jogja, link menyusul ya. atau search aja, saya dulu dapetnya di iklan facebook.

cd-1

cd-2


Setidaknya 6 hal itulah yang saya tangani sendiri,  Selebihnya banyak yang berjasa selama persiapan dan acara berlangsung. Yakni Ibuk, Mb Ewik, Mas Imam, Mb Nomi, Mas Dian, Om Ndhoo n kaka dhiya’,hihiii. Lalu segenap warga RT 7 yang solid mengatur dan menyelenggaran kepanitian dll… terimakasih tak terhingga untuk jasa jasanya.

Over all kami menjalani prosesnya dengan ilmu enggak mau ribet dan dibawa enjoy aja, so nyaris tidak ada kesulitan yang berarti yang menguras pemikiran kami. Enggak ada ini ya pake itu, enggak ada itu ya gak usah pake, gitu aja sih. wkwkkw.

Alhamdulillah sebelumnya pernah ikut ngebantu persiapan nikah temen dan kakak, jadi seenggaknya tahu apa aja yang kira kira saya butuhin  ketika masanya tiba. Nah, menurut pengalaman mempersiapkan persiapan yang cuma seuprit ini saya mau memberi sedikit masukan dalam menyelenggarakan pernikahan secara garis besar

  1. Budgeting, budget memegang peranan utama dalam mempersiapkan pernikahan yang ideal versi kamu. karena mau gimana pun juga konsepnya jika budgetnya cukup kan kita bisa memberi yang terbaik untuk hadirin. Komunikasikan dengan orang tua bagaimana penyelenggaraan pendanaan dan konsepnya agar tidak memberatkan kedua belah pihak, karena sebagian orangtua ternyata memiliki konsep sendiri untuk pernikahan anaknya. Semoga salah satu atau keduanya bisa berdamai dengan keputusan yang tidak memberatkan.
  2. Call for info, ngumpulin rekomendasi pasti otomatis dilakukan. sebagai catatan saja usahakan saat melakukan survey tidak terlalu mepet dengan acara sehingga kita leluasa mempertimbangkan dan masuk waiting list.
  3. Fixing all the things, untuk masalah rias dan busana ada baiknya sudah mengetahui kredibilitas dan kualitas perias, kalopun belum maka bisa melihat lihat portofolio mereka, dan jika mereka tidak punya maka mintalah trial make up n hijab stylenya. Jangan asal percaya ketika perias asal mengiyakan apa yang kita pesankan, karena pengalaman beberapa kali dikecewakan oleh hasil akhir yang tidak sesuai angan.
  4. Call for help, jangan kerjain sendiri. Setidaknya kamu butuh orang untuk ngehandle sesuatu saat acara maupun sebelumnya. Jika ada pasukan dan waktu mendesak maka kerjakan seperlunya lalu biarkan mereka yang menyelesaikan. Mendekati hari H pastilah pengantin sangat amat butuh banyak istirahat (teringat ketika saya tumbang setelah lebaran,haha)
  5. Knowing traditions, penting juga bagi kamu untuk mengetahui tradisi setempat. Tidak hanya mengenai ritual melainkan pula mengenai sajian, unggah ungguh, kebiasaan dsb. Tidak harus diikuti namun bisa dijadikan sebagai pertimbangan dalam penyusunan konsep
  6. Comunicate, jaga komunikasi baik dengan pasangan maupun vendor, awasi dan kawal setiap progres… kalo bisa sih….hueheh
  7. Keep breathing, jalani dan nikmati prosesnya. Acara pernikahan yang sempurna memang menjadi impian bagi setiap pengantin tetapi simpan energimu dari hal hal negatif yang bisa muncul dan merusak kebahagiaan. So, berdamailah ketika ternyata hasilnya tak seideal rencanamu

So far itu dululah yang saya bahas di my Wedding Journal, just so so isn’t? wkwkkw

Perintilan yang lain tentang busana keluarga, bridemaid, foto video shooting dan rundown insyaalloh saya susul editkan

Advertisements