#Day 2. A Good Listener

Hal yang hingga detik ini belum berhasil saya capai ialah menjadi pendengar yang baik

Saya kurang memiliki kemampuan interpersonal yang baik sehingga saya memiliki kesulitan untuk menjaga ikatan dengan orang lain, mungkin ini pula penyebab saya tidak banyak memiliki teman dekat, atau hubungan yang berkesan.hu huu

Berkaca dari kesadaran itu, sejak SMA saya punya kebiasaan aneh, yaitu menuliskan hal hal yang ingin saya miliki dari teman teman seasrama. Bukan sesuatu yang bersifat kebendaan ya, melainkan sifat sifat baik mereka, misalnya:

  • Si Barbara, helpfull, ringan tangan,paling bisa diandalkan
  • Si Marimar, senyumnya menawan,nyenengin,pintar berteman
  • Si Rosalinda, pemberani, kuat, setia kawan
  • Si Tapasya, rapih, bisa dimintain tolong, kreatif
  • Si Paulina martinez artamilano del castilo, cerdas, tangkas, terpercaya, positifan
  • Dan si si yang lain..

Nah,dari hobi bikin catatan kecil tersebut saya kebawa untuk selalu melihat orang lain dari sisi baik mereka *ehem!.

Saya tidak ingin menjadi seperti mereka, saya hanya ingin memiliki sifat sifat baik mereka yang sesuai dengan karakter saya.

 

Karena ketika di dalam keluarga engkau dibesarkan, namun ternyata engkau dididik sendirian,Maka..

pandai pandailah mencari guru dan pelajaran pelajaran yang membaikkanmu.

 

Lalu kenapa istilah menjadi pendengar yang baik itu muncul?

Karena semakin kesini saya semakin paham, hal sederhana dan paling dibutuhkan namun tak semua orang bisa adalah menjadi pendengar yang baik.

Hal sederhana yang ingin saya miliki salah satunya adalah menjadi pendengar yang baik, dan beruntung saya memiliki figure yang bisa saya contoh,lagi XD
Sudahkah kita menjadi pendengar yang baik?

Source: pictart app

Berapa kali kita ingin mengutarakan sesuatu kepada seseorang lalu serta Merta kalimat kita dipotong
” Cit tau nggak, aku kesel banget, masak gini gini gitu gi..”

” Halah itu mah biasa, KALO AKU malah bla bla..”

Atau pas suasana syahdu kita ingin curhat..

“…aku ngerasa gak ada yang dukung aku Cit, semua nentang, semua meragukanku…aku ngerasa sendirian”

” Kamu MASIH ENAK ada keluarga dan teman, lha aku sendirian, dari dulu aku gak ada siapa siapa..bla bla…” Lhah malah dia curhat XD

Trus poinnya apa?

Dari dua contoh kecil di atas akan terlihat we’re not try to listen, we try to reply

Banyak hal yang mungkin kita tidak sadari, tetapi jika ingin orang lain merasa nyaman dengan kita maka salah satu caranya adalah menjadi pendengar yang baik

Nah, berikut adalah catatan kecil saya untuk menjadi pendengar yang baik untuk saya pribadi:

  1. Just Listen!
  2. Pastikan kamu mengerti apa yang coba ia utarakan
  3. Konfirmasi ulang perasaannya ” oh, jadi kamu … Ya?”
  4. Tanyakan apa yang ia inginkan darimu atau ia bisa selesaikan sendiri.”kamu butuh apa dariku? Saran atau..?”
  5. Cobalah besarkan hatinya, beri apresiasi pada hal baik yang ia lakukan
  6. Mohon maaflah jika belum bisa membantu
  7. Jangan menceritakan permasalahannya kepada orang lain!

Sekiranya itu saja catatan dari saya, jika ada masukan monggo silakan XD

*Btw, catatan tersebut beberapa berasal dari cara menghadapi anak tantrum XD

❤ cwh

Advertisements