Kerikil Kecil Di Dalam Sepatu

Bismillahirrahmanirrahim

Cukup kaget ketika hendak membersihkan media dan komentar spam tetapi menemukan sesuatu yang mengganggu di sana. Masih dan masih saja, entah kapan orang itu akan membiarkan saya menjalani hidup dengan damai.
Syukurlah saya mengetahuinya baru sekarang, coba jika saya baca tepat ketika komentar-komentar itu terkirim, Bagaimana jadinya?memikirkan itu saja membuat saya terhoror-horor.
Sesungguhnya karena alasan apakah orang di masa lalu masih saja kepo dengan hidup kita saat ini? Mencermati, menilai dan menyimpulkan sedalam udelnya sendiri, jujur saya bingung.
Pernah seorang teman berseloroh, “Gagal move on kui,wkwkwk”. Seorang yang lain berkata ” Yo nek wong keblinger yo ngono kui, sadare keri,hahaha “. Bahkan seseorang yang penting murka menjawab ” #@&$+&°£!?” .

Saya cuma diam, teringat dulu sebelum menikah dengan suami, saya menceritakan perihal ini kepada sahabat saya. Ketika itu dia cuma menjawab “Yaa Alloh, ra kebayang piye perasaan istrine yen koyo ngono kui”. Sahabat- sahabat yang lain mengatakan hal yang seirama.

Sambil bercanda saya pun menjawab “kabeh mesakne istrine, lha sing mesakne aku sopo,wkwkwk”. Yang ada dipikiran saat itu adalah “yang kena repot guwa, yang kena buangan sampah gua, masak semua guwa lagi guwa lagi, kagak pernah dapet manisnye, kesian deh guwa,wkwkwkk”.

“Nek aku langsung tak labrak wae bojone!”

“Lha kalo kamu bilang ke istrine aja gimana? Yang seperti itu membahayakan”

Itu saran mereka, saya?? Cuma bisa meringis.

Baru setelah punya suami, saya bisa merasakan “gimana perasaan istri nya”, subhanallah… Amburadul pasti. 

Maka sejak semula, mengatakan semua kepada istrinya adalah options terakhir jika Alloh telah mengangkat sabar dari dada saya. Meskipun suami telah memberi saya ijin jika saya ingin mengatakan hal ini kepada istri orang itu.

Pernikahan adalah perjanjian manusia dengan Alloh sebagai pengikatnya, jadi mana bisa saya coba usik dengan hal seremeh itu. Saya takut menjadi perusak atas rumah tangga orang lain meskipun saya sendiri sangat terganggu atas ulah suaminya. Mana bisa saya membuat rusuh hubungan yang Alloh telah satukan. Saya takut, demi Alloh saya takut.

Lebih takut dan tak berani membayangkan jika …ah, na’udzubillahimindzalik.

Apakah suami saya marah? Pasti. Namun saya tak ingin menyembunyikan apapun darinya sebagaimana saya tak ingin dia menyembunyikan apapun dari saya. Selama hal itu tidak menganggu aktivitas saya maka bagi suami tak masalah. Tetapi jika saya mulai kacau lagi maka bisa jadi suamilah yang turun tangan. Muehehee.

Well, sampe detik ini masih suka horor dan was was kalo nemu dia dalam wujud apapun. Sama persis kek artis papan atas yang suka terintimidasi sama penggemar fanatiknya sendiri, nah seperti ituu XD.

Apakah jika saya merasa terganggu maka artinya saya terdzolimi? Kalo iya berarti doa saya mustajab dong? Alhamdulillah

Yaa Alloh paringono sugih

Yaa Alloh paringono slamet dunyo akherat

Yaa Alloh paringono sabar

Yaa Alloh penjarakan Ahok

Yaa Alloh bumi hanguskan Israel

Yaa Alloh berilah hidayah pemimpin kami

Yaa Alloh rapatkanlah barisan muslim

Yaa Alloh selamatkan Indonesia


Aamiin Allohumma Aamiin

❤ hambaMu yang ingin dibakohkan

Advertisements